Minggu, 07 April 2013

Fakta Seputar Kecoak


Kecoak mungkin kelihatan menjijikkan di dapur anda, sudah menjadi kesalahanpahaman umum bahwa kecoak adalah pembawa penyakit.

Para ilmuwan menyatakan hanya 1 persen dari keseluruhan spesis kecoak yang membawa penyakit.

Fakta ini dan beberapa keterangan sangat terperincin mengenai kelompok serangga yang biasa disebut Blattodea ini sekarang dapat dibaca di database kecoak online pertama di dunia, diluncurkan oleh Natural History Museum , London.
Sebagian yang dapat diungkap dari file online spesis Blattodea, adalah:
  • Terberat: Kecoak rhinoceros Australia, dengan berat 1 ounce (30 gram) atau sama dengan 3 ekor burung berkicau dewasa yang biasa disebut blue tits .
  • Terkecil: Fungicola Attaphila Amerika Utara, panjangnya sekitar 3 milimeter atau sedikit lebih panjang dari seekor semut merah, hidup di sela-sela sarang semut daun.
  • Paling berisik: Kecoak Madagascar.

George Beccaloni, seorang pakar kecoak di Natural History Museum, menyusun database tersebut dari 1.224 halaman katalog yang dibuat Karlis Princis, diterbitkan dalam 8 seri antara 1862 sampai 1971.

“Kecoak adalah kelompok serangga yang sangat menakjubkan”, ungkap Beccaloni. “Ada sekitar 4.500 spesis yang telah dideskripsikan”, namun kemungkinan sekitar dua atau tiga kalinya belum ditemukan atau dideskripsikan.

Kecoak banyak diberitakan buruk, dan banyak kesalahan informasi di dalamnya.

“Banyak orang mengira bahwa kecoak adalah satu-satunya makhluk yang dapat bertahan dalam perang nuklir. Itu tidak sepenuhnya benar”, ungkap Beccaloni. “Sebenernya mereka lebih bisa bertahan hidup dari manusia namun lebih lemah dari beberapa jenis serangga lainnya”.

Meskipun menurut beberapa ilmuan lainnya, paparan langsung nuklir juga bisa memusnahan seekor kecoak. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kecoak memang susah matinya. Penelitian membuktikan bahwa kecoak masih bisa hidup beberapa hari setelah dipenggal kepalanya. Dan jika saatnya tepat, kecoak-kecoak yang masih berkepala dapat hidup dengan hanya memakan lem atau sesamanya.

Jadi mau memulai perang nuklir? Dunia bisa jadi berisi kecoak dan kawan-kawan serangga lainnya saja dong.

Dikutip dan diterjemahkan dari livescience.com





Kamis, 21 Maret 2013

Perkenalan Kecoa

Kecoa atau coro adalah insekta dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari 3.500 spesiea dalam 6 famili. Kecoa terdapat hampir di seluruh belahan bumi, kecuali di wilayah kutub. Di antara spesies yang paling terkenal adalah kecoa Amerika, Periplaneta americana, yang memiliki panjang 3 cm, kecoa Jerman, Blattella germanica, dengan panjang ±1½ cm, dan kecoa Asia, Blattella asahinai, dengan panjang juga sekitar 1½ cm. Kecoa sering dianggap sebagai hama dalam bangunan, walaupun hanya sedikit dari ribuan spesies kecoa yang termasuk dalam kategori ini.
Kecoa ternyata sudah ada sejak 300 juta tahun yang lalu, dan ternyata dia tidak banyak berevolusi seperti kebanyakan hewan-hewan lainnya. Sang kecoak ternyata juga ditakdirkan untuk bertahan di segala macam kondisi seperti panas menyengat atau dingin membeku, terlebih lagi kecoak juga lebih resisten terhadap radiasi ketimbang makhluk lain. Binatang ini mampu bertahan hidup tanpa kepala sampai sebulan, sampai akhirnya dia mati kelaparan. Benar kawan, kecoak tidak membutuhkan kepala untuk bernafas, bahkan otak sebagai alat kontrol tubuhnya. Kehilangan kepala tidak membuatnya kehilangan darah seperti kita.

Kecoa termasuk ke dalam phyllum Arthropoda, klas Insekta. Kecoa merupakan serangga yang hidup di dalam rumah, restoran, hotel, rumah sakit, gudang, kantor, perpustakaan, dan lain-lain. Seranga ini sangat dekat kehidupannya dengan manusia, menyukai bangunan yang hangat, lembab dan banyak terdapat makanan. Hidupnya berkelompok, dapat terbang, aktif pada malam hari seperti di dapur, di tempat penyimpanan makanan, sampah, saluran-saluran air kotor, umumnya menghindari cahaya, siang hari bersembunyi di tempat gelap dan sering bersembunyi dicela-cela. Serangga ini dikatakan pengganggu karena mereka biasa hidup di tempat kotor dan dalam keadaan terganggu mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap. Makanya kadang jika saat kita sedang tidur, kecoa melintas di dekat kita suka tercium bau prengus. Berdasarkan pengalaman, kecoa sangat aktif dalam keadaan gelap, dalam keadaan yang sedikit cahaya aktivitas kecoa ini luar biasa, terbang kesana-kemari, kadang juga aktivitas kawin dilakukan.